---
title: Mahasiswa Tagih Janji Rektor UGM Tidak Gunakan Militer
description: Mahasiswa Tagih Janji Rektor UGM Tidak Gunakan Militer untuk Persoalan Kampus
image: https://harris.my.id/hubfs/anti-militerisme.jpg
---

[Go Back Up](https://harris.my.id/blog/mahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus#top)

[Skip to Content](https://harris.my.id/blog/mahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus#body)

<https://harris.my.id/blog/mahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus#body>

Toggle Menu

- [Home](https://harris.my.id)
- [Blog](https://harris.my.id/blog)
- [About](https://harris.my.id/about)

- Open Search
  
  Search
  
  Submit Search

[back to blog](https://harris.my.id/blog)

# Mahasiswa Tagih Janji Rektor UGM Tidak Gunakan Militer

[Medan Juang](https://harris.my.id/blog/topic/medan-juang) • Jul 10, 2016 11:12:00 PM • Written by: Harris Sitorus

![](https://harris.my.id/hubfs/anti-militerisme.jpg)

Share article

<https://twitter.com/intent/tweet/?text=Mahasiswa+Tagih+Janji+Rektor+UGM+Tidak+Gunakan+Militer&url=https%3A%2F%2Fharris.my.id%2Fblog%2Fmahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus> <https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fharris.my.id%2Fblog%2Fmahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus> <https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https%3A%2F%2Fharris.my.id%2Fblog%2Fmahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus> [mailto:?subject=Mahasiswa%20Tagih%20Janji%20Rektor%20UGM%20Tidak%20Gunakan%20Militer&body=https%3A%2F%2Fharris.my.id%2Fblog%2Fmahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus](mailto:?subject=Mahasiswa%20Tagih%20Janji%20Rektor%20UGM%20Tidak%20Gunakan%20Militer&body=https%3A%2F%2Fharris.my.id%2Fblog%2Fmahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus)

Yogyakarta, Kompas

Di bawah terik sinar matahari, Senin (18/11) siang ratusan mahasiswa  
Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta berdialog langsung dengan  
Rektor Prof Dr Sukanto Reksohadiprodjo MCom yang duduk di tangga  
Balairung UGM. Dialog yang berlangsung sekitar satu jam diawali unjuk  
rasa Komite Keprihatinan Mahasiswa (Kokam) UGM yang menuntut janji  
rektor bahwa tidak akan menggunakan militer untuk mengatasi persoalan  
di dalam kampus.

Dalam unjuk rasa itu, Kokam UGM menyampaikan pernyataan sikap yang  
menuntut tanggung jawab rektor yang pernah menjanjikan tidak akan  
menggunakan militer di kampus. Namun kenyataannya, menurut mahasiswa,  
militer telah memasuki Kampus UGM, membubarkan aksi mimbar bebas LMMY  
(Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta) diikuti penangkapan delapan  
aktivisnya. Aksi mimbar bebas Komite Anti Penindasan Pers (KAPP) juga  
dibubarkan, termasuk ditangkapnya koordinator aksi, Haris Sitorus.

Rektor menemui

Selain membawa spanduk bertuliskan “Komite Keprihatinan Mahasiswa  
UGM”, mahasiswa pengunjuk rasa juga membawa poster antara lain  
bertuliskan: “Tegakkan Organisasi Mahasiswa Indonesia”, “Bebaskan  
Kampus dari Intervensi Militer” dan “Rektor Mana Janjimu”. Meski  
demikian, rektor meninggalkan rapat siang itu dan menemui mahasiswa di  
Balairung disertai PR III, Ir Bambang Kartika dan staf lainnya.

Pada dialog itu Rektor UGM memberi kesempatan mahasiswa menyampaikan  
langsung keinginannya. Selain menuntut janji rektor, mahasiswa juga  
minta perlindungan/jaminan agar militer tidak masuk kampus, bahkan  
pengunduran diri rektor.

Namun tuntutan mahasiswa dijawab rektor sambil tersenyum dan tetap  
duduk di tangga balairung. Menurut rektor, ia tak pernah mengundang  
militer masuk kampus. “Tapi adanya selebaran yang menyinggung rezim  
Orde Baru itulah yang mengundang militer masuk ke mari,” tukas Prof  
Sukanto.

Selain itu, ungkap rektor, aksi mahasiswa di Kampus UGM tidak hanya  
dilakukan mahasiswa UGM tapi juga dari luar UGM. Rektor juga sudah  
mengupayakan melalui telepon agar militer tidak masuk, tapi  
kenyataannya, akibat selebaran itu mereka tetap masuk. Karena itu  
Rektor UGM berharap agar setiap aksi yang dilakukan mahasiswa UGM di  
lingkungan UGM agar memberitahu se-nat dan PR III. Ini dimaksudkan  
agar supaya mereka memperoleh perlindungan.

Menanggapi jawaban rektor, sebagian besar mahasiswa masih belum puas  
karena meski tidak mengundang militer, rektor membiarkan militer  
masuk. Bahkan seorang mahasiswa, dari Senat Maha-siswa (SM) UGM minta  
agar rektor tidak mudah berjanji yang bila tidak dipenuhi akan  
menyebabkan mahasiswa menuntut lagi melalui aksi serupa.

Mahasiswa pengunjuk rasa akhirnya puas setelah PR-III, Ir Bambang  
Kartika menegaskan agar setiap kali mahasiswa melakukan unjuk rasa  
terlebih dahulu memberi tahu. “Jika kami diberitahu, Saudara akan kami  
lindungi,” tegas Bambang Kartika yang disambut kepuasan mahasiswa.

“Mbok ya bilang dari tadi, kan sudah selesai,” celetuk seorang  
mahasiswa yang kemudian mengakhiri unjuk rasa setelah membacakan lima  
pernyataan sikap yang disampaikan kepada rektor.

Kelima pernyataan sikap itu berasal dari SM Fakultas Filsafat, SM  
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Korps Mahasiswa Komunikasi Fisipol,  
Kokam dan Dewan Mahasiswa UGM. Selain menuntut dan menggugat sikap  
Rektor UGM, juga menyatakan keprihatinan bagi ‘kematian dunia  
akademik’. Pembacaan pernyataan sikap itu diikuti rektor dengan penuh  
senyum, tapi ketika dibacakan pernyataan Dema UGM, rektor spontan  
meninggalkan acara karena tidak mengakui keberadaan Dema di UGM. Namun  
mahasiswa yang merasa sudah memperoleh perhatian, tidak terlalu  
memasalahkan hal itu.

Penyebab unjuk rasa yang juga dituntut mahasiswa ialah pernyataan  
Rektor UGM terhadap kasus 7 November yang menyatakan, pelaku aksi  
bukan mahasiswa UGM. Padahal yang tertangkap pada kasus itu ialah  
Haris Sitorus, Mahasiswa Administrasi Negara UGM.

Suasana unjuk rasa mahasiswa di Kampus UGM itu berlangsung tertib  
meski setelah mimbar bebas di Fisipol peserta duduk di jalan di sudut  
halaman gedung utama UGM. Mereka tidak menghambat kegiatan kampus yang  
sedang sibuk menyiapkan wisuda sarjana yang berlangsung Selasa ini.  
(dth)

Sumber: https://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/11/18/0220.html

You May Like These

## Related Articles

![](https://harris.my.id/hs-fs/hubfs/anti-militerisme.jpg?width=700&name=anti-militerisme.jpg)

### [Militer dan Intel Mengintai di Kampus](https://harris.my.id/blog/militer-dan-intel-mengintai-di-kampus)

![](https://harris.my.id/hs-fs/hubfs/hari-buruh.jpg?width=700&name=hari-buruh.jpg)

### [May Day 2015: Bersatu, Bergandengan Tangan Menghadang Imperialisme](https://harris.my.id/blog/may-day-2015-bersatu-bergandengan-tangan-menghadang-imperialisme)

![](https://harris.my.id/hs-fs/hubfs/Bendera-RI.jpg?width=700&name=Bendera-RI.jpg)

### [Refleksi Menyambut 70 Tahun Republik Indonesia](https://harris.my.id/blog/refleksi-menyambut-70-tahun-republik-indonesia)

---

♥ 2025 [Home](https://harris.my.id) | [Blog](https://harris.my.id/blog) | [About](https://harris.my.id/about)

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "BlogPosting",
  "author" : {
    "@type" : "Person",
    "name" : "Harris Sitorus",
    "url" : "https://harris.my.id/blog/author/harris-sitorus"
  },
  "dateModified" : "2025-03-20T00:06:52.127Z",
  "datePublished" : "2016-07-10T16:12:00.000Z",
  "headline" : "Mahasiswa Tagih Janji Rektor UGM Tidak Gunakan Militer",
  "image" : [ "https://harris.my.id/hubfs/anti-militerisme.jpg" ],
  "mainEntityOfPage" : {
    "@id" : "https://harris.my.id/blog/mahasiswa-tagih-janji-rektor-ugm-tidak-gunakan-militer-untuk-persoalan-kampus",
    "@type" : "WebPage"
  },
  "publisher" : {
    "@type" : "Organization",
    "logo" : {
      "@type" : "ImageObject"
    }
  }
}
```